Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

 



Soe Hoek Gie merupakan tokoh aktivis era 1966, pergolakan nya menghadapi tantangan zaman menjadikan nya sebagai tokoh yang menginspirasi bagi banyak kalangan


Hal yang menarik dan menggugah kebathinan adalah Kata-kata Gie yang menyatakan " Kebenaran Hanya ada di Langit dan Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu".


Mungkin, sebagian orang yang tidak utuh dalam memahami kata-kata Gie tersebut, akan beranggapan bawah soe Hoek Gie adalah orang yang pesimistis pada kondisi kehidupan kebangsaan dan rakyat Indonesia


Bagaimana mungkin kebenaran hanya ada di langit ? 


Berarti selama ini kita hidup di dunia terus menerus memproduksi kepalsuan ? 


Lantas kebenaran seperti apa yang ada di dunia ini ? 


Secara pembacaan yang general, Kata-kata Gie tersebut ( Kebenaran Hanya ada di langit dan Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu) menuntun seseorang untuk mengikuti arus kehidupan dunia yang penuh dengan tabir kepalsuan 


Tabir kepalsuan kehidupan di dunia itulah yang menjadikan manusia saling memperebutkan Harta, Tahta dan Kemewahan dunia


akan tetapi, kalau kita menelisik dan merenungi bersama, Maksud Soe Hoek Gie itu  ingin melakukan kritik sosial yang sangat tajam kepada rakyat 


Ingin menggugah hati sanubari umat manusia, bahwa lakukan lah atas dasar hati sanubari, bukan hanya untuk memenuhi kewajiban administrasi saja atau bahkan memperkaya diri sendiri


Contoh Kecil prilaku kehidupan yang berkaitan dengan Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu 


1.  Rakyat malas untuk menjadi agent pembangunan di lingkungan nya


2. Sebagai Abdi Negara, tidak mematuhi tata perundang-undangan yang di anut nya. 


3. Sebagai Pembisnis, menerapkan cara-cara yang culas kepada kompetitor nya 


4. Sebagai Politikus, mementingkan kepentingan diri sendiri dan golongan nya 


5. Sebagai pendidik, hanya mementingkan administrasi belaka. 


Dan tentu masih banyak lagi yang menggambarkan bahwa Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu. 


Padahal, Kata-kata Gie, menjadi pegangan bahwa setiap detik setiap jam dan setiap hari, kita diberi kritikan oleh Gie, jangan sampai dunia ini penuh dengan kepalsuan 


Kita harus bisa membebaskan diri dari belenggu kepalsuan. 


Sering Kali, orang yang sudah sukses jadi Komisaris, Komisioner dan sebagainya, justru mereka lah yang mencotohkan publik figur yang tidak  professional dan penuh dengan kepalsuan 


Dengan Kata-kata Gie tersebut rakyat menjadi tercerahkan, bahwa kehidupan berbangsa dan bernegara penuh dengan kepalsuan. Janji politik hanya Ilusi rakyat 



Dalam menelisik Kata-kata Gie, ada dua kalimat yang berdekatan 


1. Kebenaran Hanya ada di langit 


Menggambarkan posisi Gie bahwa  kebeneran mutlak hanyalah milik Tuhan Yang Kuasa 


2. Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu 


Gie meyakini, bahwa kehidupan di dunia ini penuh dengan kepalsuan, artinya Umat Manusia sebagai subjek, harus mencari jalan keluar agar terhindar dari Kepalsuan itu, berikut sikap prilaku Dunia Hanyalah Palsu : 


-  Seorang komisaris menerangkan kepada bawahannya agar jangan sampai ada korupsi, padahal si Komisaris tadi korupsi nya lebih besar. 

-  Seorang Komisioner, berlagak seolah-olah menjaga Independensi, tapi di belakang itu semua mendukung salah satu tokoh 

-  seorang Pembisnis tampilan depan nya menarik, padahal barang-barang nya banyak yang di oplos dan sebagainya 


 Yang pada intinya  ungkapkan Gie " Dunia ini Hanyalah Palsu dan Palsu " 


Menjadi pepakem kita, jangan sampai kita hanya di perbudak oleh keadaan dunia yang menjadikan diri kita kehilangan jati diri yang sebenarnya. 


Seringkali diri kita, tidak mengenal arti Memanusiakan manusia, justru lebih menjadi pemangsa manusia dengan jalan bahwa Dunia Hanyalah Kepalsuan semata. 









Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa