Pemilu belum usai, masyarakat kawal kebijakan Pemimpin terpilih

 


Indonesia merupakan negara yang multikultural, dengan ragam suku,budaya,adat istiadat, agama, bahasa. 


Bentang alam Indonesia yang sangat luas dengan kemajemukan yang sangat kompleks, dapat memicu disintegrasi bangsa


Pancasila, telah memberikan jalan terbaik bagi generasi bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yakni dengan menjalan kan konsep Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /perwakilan


Sila ke tiga dan empat dalam Pancasila, dapat menjadi angin segar, di tengah runyamnya geopolitik Internasional, bagaimana tidak ? Bangsa sebesar Indonesia, jika tata kelola  sistem kenegaraan nya tidak berjalan seimbang, bisa jadi perpecahan antar daerah dan konflik sesama warga bangsa akan terjadi


Pemilihan umum, merupakan sarana Integrasi bangsa, ikhtiar dalam menjalankan sila ke empat dalam Pancasila, salah satunya adanya Pemilihan Umum sebagai wujud kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /perwakilan


Musyawarah dan mufakat dengan melibatkan jutaan warga bangsa Indonesia yang memiliki kriteria untuk memilih dan dipilih, sehingga setiap individu masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab dalam menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin dan wakil rakyat di parlemen ataupun di eksekutif


Pada tanggal 14 Februari 2024 yang lalu, rakyat Indonesia telah menentukan pilihan nya, dengan mencoblos surat suara baik itu Presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD Kabupaten/kota.


Kehadiran rakyat Indonesia di TPS ( tempat Pemungutan suara) menjadi hal penting, sehingga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Umum Serentak tahun 2024 


Pemilihan umum, bukan hanya kegiatan rakyat sudah mencoblos di TPS nya masing-masing, akan tetapi rakyat di didik bagaimana untuk mengerti bahwa Pemilihan umum belum usai.


Pasca pemilihan umum, rakyat mesti menjadi social kontrol, dengan harapan para pemimpin dan wakil rakyat yang telah kita pilih/coblos dapat memperbaiki kesejahteraan, pendidikan, kesehatan bagi rakyat Indonesia


Pemilih umum merupakan Sarana Integrasi bangsa, menjadi pokok sosialisasi dan pegangan di lingkungan penyelenggara teknis bahwa pemilu bukan persoalan siapa yang menang dan kalah, akan tetapi siapa yang dapat membangun bersama dan menjaga kualitas demokrasi bangsa Indonesia

Pasca pemilihan umum, rakyat akan menjadi mitra strategis untuk mengawal dan mengontrol kebijakan bagi pemimpin dan wakil rakyat yang terpilih pada pemilihan umum serentak tahun 2024 


Kebijakan yang tidak berpijak pada kepentingan rakyat, tentu harus di evaluasi dengan audiensi ataupun demonstrasi turun ke jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa