Etika, Keadilan Sosial dan Peradaban Manusia

 



Indonesia merupakan bangsa yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur peradaban manusia


Terlihat sangat jelas, bagaimana kaum masyarakat kampung di desa, mengedepankan adab/tatakrama dalam laku lampah menghargai sesama manusia



Generasi penerus di ajarkan oleh leluhur nya, supaya memiliki karakter ketimuran ala Indonesia


Masyarakat yang ramah, sopan santun, dan menjaga stabilitas sosial di lingkungan masyarakat


Bagaimana kondisi peradaban manusia Indonesia saat ini ? 


Mengingat, setiap perhelatan pemilihan umum, mesti ada evaluasi dan pembelajaran bagi para pemerhati demokrasi


Terlebih sekitar 10 tahun yang lalu, isu ras, suku dan hoax, bertebaran di dunia media sosial, dan perbincangan masyarakat Indonesia


Mestinya dari 10 tahun yang lalu itu kita semua di ajarkan bagaimana memiliki etika dalam laku lampah bersikap, berkomunikasi antar sesama anak bangsa 


Apakah tahun 2024 puncak nilai-nilai etika di ujung tanduk ? 


sederet problematika bangsa, perlu menjadi bahan refleksi bersama, bahwa tata kelola pemerintahan tentunya sedang tidak baik-baik saja 


Perundang-undangan, yang menjadi tolak ukur kita memahami dan menjalankan produk hukum di Indonesia sedemikian rupa di geser kekanan dan kekiri sesuai kepentingan elit negeri ini 


Etika, menjadi barang berharga di tengah maju nya teknologi dunia, teramat sangat disayangkan manusia Indonesia ibarat pohon yang menjulang tinggi tapi akar nya sangat rapuh


Itulah gambaran etika di negara Indonesia, yang sudah sangat carut marut di pertontonkan oleh para pemangku kekuasaan negeri ini 


Efek dari pada Etika manusia Indonesia yang tercabik-cabik, adalah runtuhnya Keadilan Sosial


Sudah tidak malu lagi para konglomerasi bagaimana menguasai kekayaan negeri ini tanpa melihat ketimpangan yang ada 


Bagaimana kalau kita batasi kekayaan warga bangsa Indonesia?


Untuk mewujudkan keadilan sosial, tentunya memang bukan berpatokan pada 'Sama rata', akan tetapi soal harta kekayaan bisa kita perdebatan bagaimana harus mengedepankan 'Sama rasa' dalam hal kepemilikan harta kekayaan



Kita sadari betul, bahwa manusia tidak akan pernah puas dengan apa yang dia miliki


Jika sudah mendapat 10 juta, dia ingin 100 juta, jika sudah dapat 100 juta dia pengen 1 milyar, jika sudah dapat 1 milyar dia ingin 1 triliun dan seterusnya


Maka negara mestinya hadir untuk memastikan keadilan sosial yang di ujung tanduk ini agar terselamatkan.


Sangat berbahaya apabila krisis etika, krisis keadilan sosial terus bergulir bagi generasi anak bangsa


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa