Pilkada dan Kesejahteraan Rakyat Desa


Pemilihan Kepala Daerah merupakan sarana warga masyarakat dalam menentukan Pemimpin level Kabupaten/Kota serta Provinsi. sebagai upaya menjalankan Hak Konstitusional warga negara dalam memilih dan dipilih pada Pilkada menjadi penting mendidik rakyat dengan pendidikan politik yang imparsial, serta menjungjung tinggi Nilai-nilai Kemanusiaan.

sebagai ungkapan yang masyhur oleh Presiden Republik Indonesia Ke-4 " Yang lebih penting dari Politik adalah Kemanusiaan " 

Momentum Pemilihan Kepala Daerah, bukan saja persoalan rakyat di adu antar masing-masing tim kampanye, tim pemenangan atau simpatisan. lebih dari itu kita sebagai rakyat dapat memahami tahapan Pilkada, serta saling mengingatkan dalam konteks adanya dugaan pelanggaran dengan cara-cara yang di benarkan oleh perundang-undangan.

Meletakan Nilai Kemanusiaan, dalam ajang Pemilihan Kepala Daerah menjadi pokok terpenting pada perjalanan Demokrasi, kedewasaan rakyat dalam menentukan calon pemimpin daerah nya menjadi subjek yang mengedepankan norma-norma yang dibenarkan oleh Pancasila dan UUD 1945.

setelah memahami bahwa Pilkada menjadi momen sakral dalam penentuan Pemimpin daerah serta memposisikan Nilai Kemanusiaan di atas segalanya, mari kita lihat dampak nya setelah itu ? 

tentunya, Kesejahteraan rakyat desa menjadi perhatian besar bagi pemimpin daerah yang terpilih. saling guyub pasca Pemilihan Kepala Daerah, cancut tali wondo dalam mengentaskan kemiskinan yang ada di pelosok pedesaan. 

adanya otonomi daerah sebagaimana diatur dalam Undang-undang No 23 tahun 2014, semestinya bermuara pada peningkatan Kesejahteraan rakyat, terlebih masyarakat Desa, yang selalu taat akan pembayaran pajak bumi bangunan, untuk sumbangsih negara. 

melihat hal itu, Pilkada dan Kesejahteraan Rakyat Desa menjadi penting untuk terus di jalankan dengan penuh kesungguhan, kita merupakan bangsa yang mengedepankan gotong royong, mengutamakan persatuan, momentum Pilkada jangan sampai menjadi arena perpecahan yang berujung ambruk nya kesejahteraan rakyat desa. 


Tehan Ahlal Shuhfin

Alumnus PMII Universitas Subang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa