( AKU) TETAP MERAH PUTIH


 

Indonesia menargetkan 2040 menjadi Negara Maju dengan populasi generasi muda yang produktif sebagai pijakan masa keemasan ( Kejayaan) suatu bangsa 


Berbagai program telah di gelontorkan oleh pemerintah pusat, baik itu dari Kementerian, Provinsi, Kabupaten Kota sampai tingkat Desa


Di tengah gencarnya program astacita kepemimpinan Prabowo Subianto, akhir-akhir ini sedang viral di media sosial hastag Kabur Aja Dulu ( #KaburAjaDulu ) 


Media sosial menjadi sarana bagi generasi muda yang melek digital, mengungkapkan isi kebatinannya tentang Indonesia yang kaya raya ini.


Hastag Kabur aja dulu, menjadi sarana kampanye untuk mengajak orang-orang Indonesia pindah atau pergi keluar negeri dan tinggal hidup di luar negeri


Apakah orang-orang yang membuat hastag Kabur Aja Dulu, itu hilang rasa nasionalisme nya ? 


Saya pikir itu Tidak, mereka tetap mencintai Indonesia dengan segala hiruk pikuk nya.


Justru hastag itu menjadi kritik bagi pemerintah yang baru untuk mengentaskan berbagai problematika di negara Indonesia 


Penulis, sebelumnya telah mengutarakan bahwa ' Indonesia Sudah Tidak Menarik Bagi Generasi Muda ' 


Ungkapan penulis sejalan dengan hastag Kabur Aja Dulu, karena keresahan warga negara Indonesia yang sulit mendapatkan pelayanan terbaik dari negara nya, baik itu sektor pendidikan, kesehatan, sosial, budaya ekonomi dan keamanan 


Realita yang ada di kampung-kampung, banyak sekali anak muda yang memilih mencari lapangan kerja di luar negeri, karena hidup di desa atau di Indonesia tidak berdampak pada kemajuan yang signifikan, penghasilan yang rendah, harga kebutuhan pokok yang mahal, serta toxcit nya lingkungan.


Bagi Penulis, Tentunya menanggapi Hastag Kabur Aja Dulu, menjadi penyemangat untuk terus tinggal di Indonesia pada kampung halaman tercinta.


Di ajarkan sejak SD MTs MA ( Pramuka ), Masuk Kuliah Aktif di Resimen Mahasiswa ( Menwa ) dan PMII dua basis Organisasi yang mendidik NKRI HARGA MATI, hubul Wathon Minal Iman, setelah itu kehidupan di masyarakat aktif di Gerakan Pemuda Ansor yang dimana menjadi garda terdepan bagi keutuhan NKRI


Menurut penulis, #KaburAjaDulu mesti di antitesia dengan #Akutetapmerahputih


Sejauh apapun kaki melangkah, Kampung halaman adalah tempat kembali pulang.


Salam Takdzim 

Tehan Ahlal Shuhfin 

Kader PMII Universitas Subang 

Anggota Resimen Mahasiswa Mahawarman Jawa Barat 

Kader GP Ansor Kecamatan Bongas 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa