Dunia Pendidikan Yang Berkemajuan

 


    Foto: dari berbagai sumber di google



Pekerjaan Rumah Mentri Pendidikan Dasar dan Menengah ( Men Dikdasmen ) Prof. Dr. Abdul Mu'ti M.Ed , sangat banyak dan harus mengurai nya secara hati-hati dan seksama.


Dunia Pendidikan Indonesia yang identik dengan Ganti Mentri, Ganti Kurikulum, sehingga berdampak pada stabilitas tenaga pendidik yang sudah mengabdi bertahun-tahun, serta rumitnya administrasi pendidikan yang tidak berimplikasi pada daya kognitif serta peningkatan kapasitas anak didik. 


Kurikulum merupakan peta jalan bagi dunia pendidikan Indonesia, anak didik sebagai agent of change, atau hanya sebagai pemenuhan bangsa pasar dunia kerja ? 


Sebagai figur yang lama di dunia akademis, Prof. Dr. Abdul Mu'ti M.Ed , di harapkan mampu membawa dunia pendidikan dasar dan menengah ke arah Pendidikan yang Berkemajuan 


Persoalan yang mendasar selain kurikulum, tak lain dan tak bukan adalah Database Guru, Di tengah inpres No 1 tahun 2025 terkait Efisiensi anggaran, Gejolak Guru Honorer yang masuk Database BKN seakan belum menemui titik terang terkait alokasi PPPK penuh waktu. 


Padahal Guru Honorer yang masuk Database BKN itu sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi sebagai pahlawan yang mencerdaskan kehidupan bangsa.


Sistem di dunia pendidikan yang seakan sudah berkemajuan dengan digitalisasi, memiliki dampak yang tidak menyenangkan bagi Guru-guru yang sudah lama mengabdi dan belum di angkat sebagai abdi negara.


Kalau kita mengutip Kitab Ta'lim muta'alim, sayyidina Ali Bin Abi Thalib Menyampaikan "قال على رضى الله عنه: أنا عبد من علمنى حرفا واحدا، إن شاء باع، وإن شاء استرق.


Betapa sahabat Ali Bin Abi Thalib, begitu memulyakan guru nya demi mendapatkan keberkahan Ilmu, meskipun itu hanya satu huruf.


Negara yang ingin terlepas dari Middle in come, tentu harus memulyakan Guru dengan memberikan kepastian kesejahteraan bagi guru-guru yang telah lama mengabdi di republik ini.


Tentunya, Guru-guru inilah yang akan terus membawa keceriaan bagi anak didik, selain program makan bergizi gratis, yang masih bertahap di beberapa daerah. Atau justru Program makan bergizi gratis ini, akan terhenti setelah pemilihan presiden di tahun 2029.


Memperhatikan Dunia Pendidikan di republik ini, besar harapan kita semua terutama anak muda, di bawah Mentri Prof Abdul mu'ti, dapat mengembalikan rel pendidikan yang sesungguhnya. 


Betapa mengenaskan nya Dunia Pendidikan di gempur oleh kepentingan politik, sudahlah berikan ruang ekspresif untuk pendidikan kita tanpa embel-embel politik praktis. 


Semoga Dunia Pendidikan Indonesia lebih berkemajuan.


Penulis 

Tehan Ahlal Shuhfin 

Alumni PMII Komisariat Universitas Subang 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pilwu Serentak 2025 di Indramayu, Kuwu Terpilih di Harapkan Mengikuti Wajib Militer ( Wamil )

Menelisik Kata-kata Gie : Dunia Hanyalah Palsu dan Palsu

Ramadhan Penuh Cinta: TK Nurul Falah Pabuaran Subang Berbagi dengan Anak Yatim dan Dhuafa