Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Konfigurasi elektoral Pilkada serentak tahun 2024

Gambar
  Pasca pemilihan umum serentak tahun 2024, Indonesia menghadapi hajat besar yakni Pemilihan Kepala Daerah, yakni Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, Walikota dan Wakil Walikota yang akan dilaksanakan pada Rabu, 27 November 2024  dari sumber laman Instagram KPU RI, telah merilis Peluncuran Pilkada serentak tahun 2024 yang bertempat di Prambanan Yogyakarta 31 Maret 2024  Kekuatan Partai-partai yang lolos parlemen, tentunya memiliki gengsi sendiri untuk mengusung kader terbaiknya agar maju memimpin di daerah nya masing-masing Kekuatan elektoral di tingkat daerah semakin hari semakin menguat, beredar dari berbagai kalangan memunculkan citra diri untuk maju menjadi kontestan Pilkada  Sejauh mana Konfigurasi elektoral Pilkada ?  Di lihat dari berbagai aspek, salah satunya adalah Koalisi Partai-partai, yang di topang dengan kekuatan finansial calon kontestan Persaingan di tingkat daerah jauh akan lebih sengit, lebih kuat gesekan antar relawan dan tim...

KH.MOH NASIR, FIGUR KIAI YANG EGALITER & ORGANISATORIS

Gambar
    Pertama, sebelum penulis menyampaikan sedikit ulasan perjalanan hidup almarhum Bapak KH Moh Nasir, marilah kita luangkan waktu untuk kirim doa, alfatihah Bapak KH Moh Nasir, merupakan tokoh ulama kharismatik di wilayah Kecamatan Bongas Penulis merupakan salah satu santri Bapak KH Moh Nasir, yang masuk di pondok pesantren pada awal tahun 2012-2016  Pada tahun 2014, penulis merupakan salah satu santri yang mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke madrasah Aliyah Saat itu pak kiai memberikan motivasi " kedepan kamu nak jadi pemimpin di desa mu " sambil mengelus pundak penulis yang saat itu jadi santri  Memotret sedikit perjalanan hidup Bapak  KH Moh Nasir, teringat kurun waktu 2014-2015 saya di latih pidato langsung oleh Bapak KH Moh Nasir, karena saat itu akan ada lomba di Gedung Dakwah Nahdlatul Ulama Saat itu penulis  di ajarkan untuk mengucap kalimat penutup pidato nya dengan " Wallahul Muwaffiq ila Aqwamit Tharieq" Itulah, interaksi pertama kali penu...

Pemilu belum usai, masyarakat kawal kebijakan Pemimpin terpilih

Gambar
  Indonesia merupakan negara yang multikultural, dengan ragam suku,budaya,adat istiadat, agama, bahasa.  Bentang alam Indonesia yang sangat luas dengan kemajemukan yang sangat kompleks, dapat memicu disintegrasi bangsa Pancasila, telah memberikan jalan terbaik bagi generasi bangsa untuk mewujudkan cita-cita bangsa Indonesia, yakni dengan menjalan kan konsep Persatuan Indonesia dan Kerakyatan yang di Pimpin oleh Hikmat kebijaksanaan dalam Permusyawaratan /perwakilan Sila ke tiga dan empat dalam Pancasila, dapat menjadi angin segar, di tengah runyamnya geopolitik Internasional, bagaimana tidak ? Bangsa sebesar Indonesia, jika tata kelola  sistem kenegaraan nya tidak berjalan seimbang, bisa jadi perpecahan antar daerah dan konflik sesama warga bangsa akan terjadi Pemilihan umum, merupakan sarana Integrasi bangsa, ikhtiar dalam menjalankan sila ke empat dalam Pancasila, salah satunya adanya Pemilihan Umum sebagai wujud kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam ...